Najis

Dalam Madzhab

Kalangan ulama madzhab Hanafi, Imam al-Kasani menyebutkan bahwa najis adalah sebutan untuk benda yang dianggap jijik. Penjelasan ini dilengkapi ulama mazhab Hanafi lainnya yang menyebutkan bahwa najis ada yang hakiki (berwujud), ada yang hukmi

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hukum menghilangkan najis

Wajib hukumnya untuk menghilangkan najis dari badan orang yang akan beribadah, juga dari pakaian dan tempat shalat, kecuali najis-najis yang dimaafkan karena sulit untuk dihilangkan atau sulit dihindari supaya tidak menyusahkan

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Najis mughallazah

Najis mughallazah (najis berat) yaitu najis yang berasal dari anjing dan babi, seperti kotoranya, air liurnya, dan lain-lainya.

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Najis mutawassithah

Najis mutawassithah adalah najis yang sedang, dan cara mensucikan najis mutawassithah ini harus membersihkan najis ini sampai tuntas, tanpa ada bekas yang melekat setelah tidak ada lagi warna, bau, dan rasan najis tersebut baru kemudian menyiram tempatnya dengan air yang suci dan menyucikan. Contoh najis mutawassithah ini antara lain : a. Kotoran Manusia b. Darah Haid c. Air Mani yang cair d. Arak (Minuman Keras) e. Kotoran Hewan Yang Haram Dimakan f. Bangkai Hewan.

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Najis a'iniah

Yaitu najis yang bendanya mempunyai wujud. Cara mensucikanya dengan menghilangkan zat atau bendanya terlebih dahulu sehingga unsur rasa, bau, dan warnanya hilang. Kemudian dibasuh air hingga bersih.

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Najis hukumiyah

Yaitu najis yang bendanya tidak berwujud, seperti bekas kencing dan arak yang sudah kering. Cara mensucikan dengan mengalirkan air pada bekas najis tersebut

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Najis mukhaffafah

yaitu najis ringan. Cara mensucikan najis mukhaffafah ini juga cukup mudah yakni cukup dengan cara dipercikan atau dibasuh dengan air pada bagian tubuh (badan) yang terkena oleh najis mukhaffafah ini. Untuk contoh najis mukhaffafah ini antara lain

Sumber: GUSTI, ELING MARANG. MENSUCIKAN NAJIS DALAM PRAKTIK JASA LAUNDRY MODERN MENURUT EMPAT MADZHAB. BS thesis. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Konsep najis dalam fiqh Islam

Konsep al-Ŷajāsah (kenajisan) merupakan suatu konsep yang penting dalam fiqh Islam. Menurut kamus Dewan, najis bermaksud sesuatu yang tidak suci atau sesuatu yang kotor. Dari segi istilah Bahasa Arab, al-Ŷajāsah ďeƌŵaksud al-Ƌazāƌah (ذارةϘال ); iaitu kekotoran (Al-Fayyumi 1987). Manakala dari sudut istilah pula, al-Ŷajāsah ŵeƌujuk kepada sesuatu yaŶg ŵeŶjadi kekotoran serta menghalang sahnya solat apabila tiada sebarang keringanan.

Sumber: Abd Razak, Muhamad Afiq, and Mohd Anuar Ramli. "Tinjauan Konsep ‘Umūm al-Balwā dalam Konteks Najis yang Dimaafkan (al-Najāsah al-Ma’fu ‘Anhā) dalam Kitab Al-Ashbāh wa al-Nazā’ir Karangan Jalaluddin al-Suyuti: The Concept ‘Umūm al-Balwā in Pardoned Impurities Context (al-Najāsah al-Ma’fu ‘Anhā) in the Book of Al-Ashbāh wa al-Nazā’ir of Jalaluddin al-Suyuti." Online Journal of Research in Islamic Studies 4.3 (2017): 1-11.

Definisi najis menurut mazhab syafi'i

definisi menurut istilah agama najis menurut definisi Asy Syafi’iyah adalah sesuatu yang dianggap kotor dan mencegah sahnya salat tanpa ada hal yang meringankan

Sumber: Salsabilla, Adelia Zahra, and Tasya Afril Maulida. ""PEMBAGIAN NAJIS DALAM AGAMA ISLAM."" Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 1.6 (2023): 518-525.

Definisi najis menurut mazhab maliki

Menurut Al Malikiyah, najis adalah sifat hukum suatu benda yang mengharuskan seseorang tercegah dari kebolehan melakukan salat bila terkena atau berada di dalamnya

Sumber: Salsabilla, Adelia Zahra, and Tasya Afril Maulida. ""PEMBAGIAN NAJIS DALAM AGAMA ISLAM."" Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 1.6 (2023): 518-525.

Menurut al-Sayyid Sabiq

“Najis itu adalah sesuatu yang kotor yang wajib dibersihkan dan disucikan bila mengenai benda,النجاسة هى القذارة الىت جيب على الوسلم ان يتنزه عنها ويضل ما اصا به منها

Sumber: Nurdin, Zurifah, and Suryani Suryani. ""Benda Najis Sebagai Sarana Terapi Dalam Persepektif Islam."" 175-184.

dalam Kitab Matan Al-Ghayah wat Taqrib

Setiap benda cair yang keluar dari dua jalan (anus dan kemaluan) hukumnya najis kecuali sperma.

Sumber: Terjemah Kitab Matan Taqrib Abu Syuja' Judul kitab asal: Matnul Ghayah wat Taqrib.

kitab fiqih 4 mazhab

Najis secara etimologis berarti segala sesuatu yang kotor, baik itu yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. orang yang berdosa masuk kategori sebagai orang-orang yang najis. Akan tetapi najis dalam hal ini bukan yang kasat mata, melainkan najis maknawi (non materi). Makna ini dapat dirujuk dari firman Allah: "" Sesungguhnya orang-orang musyrik itu naiis.""at-taubah,28

Sumber: kitab fiqih 4 mazhab