Sunan Abū Daūd

cara mensucikan air seni bayi perempuan

Telah menceritakan kepada kami Mujāhid bin Musā dan Abbās bin Abdul ‘Aẓ īm al- ‘Anbarī secara makna, mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdī, telah menceritakan kepadaku Yahyā bin al-Walīd, telah menceritakan kepadaku Muhil bin Khalīfah, telah menceritakan kepadaku Abū as-Samh dia berkata; Saya pernah melayani Nabi saw., apabila beliau hendak mandi, lalu bersabda: “Belakangilah aku”. Maka saya pun membelakangi beliau, lalu saya menutupi beliau (sewaktu mandi) dengan cara membelakangi beliau itu. Setelah itu dibawalah Hasan dan Husain kepada beliau, lalu mereka kencing di atas dada beliau. Maka saya datang mencucinya, namu beliau bersabda; “Kencing anak perempuan itu dicuci,sedangkan kencing anak laki-laki cukup diperciki”. Abbās berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahyā bin al-Walīd Abū Daūd berkata; Dia adalah Abū azZā’ra. Hārūn bin Tamīm berkata; dari al-Hasan. dia berkata; Semua kencing itu sama. Adapun hadis ini dinilai sahih sebagaimana dinukilkan dalam Nailul Au ar.45 Begitu juga menurut Naṣ īruddin al-Albanī yang mana kualitas ini dinilai sahih.46 Pada hadis ini dapat dilihat bahwa penyebutan penyucian air seni bayi laki-laki dan bayi perempuan.

Sumber: bin Alias, Muhammad Faiz. Penyucian Air Seni Bayi Laki-laki dan Bayi Perempuan menurut Hadis. Diss. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, 2018.