Najis mughalladhah

Dalam buku Fikih Islam Nusantara karangan Syekh Nawawi al-Bantani

Najis mughalladhah disebut najis berat karena perlu cara khusus untuk menyucikannya. Yang termasuk golongan najis mughalladhah adalah najis yang bersumber dari anjing, babi, serta anak dari salah satu keduanya, seperti air liur dan keringatnya. Cara menyucikan najis mughalladhah adalah dengan membasuhnya menggunakan air sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Sebelum dibasuh dengan air, wujud najis sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

Sumber: Salsabilla, Adelia Zahra, and Tasya Afril Maulida. ""PEMBAGIAN NAJIS DALAM AGAMA ISLAM."" Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 1.6 (2023): 518-525.